Kehidupan Bersosial di Era “Online Terus”: Dekat Tapi Tidak Benar-Benar Hadir
Di zaman sekarang, hampir semua orang terhubung. Bangun tidur membuka ponsel, bekerja sambil membalas pesan, malam hari menonton video pendek sampai lupa waktu. Ironisnya, semakin mudah kita berkomunikasi, semakin banyak orang merasa kesepian. Kehidupan bersosial perlahan berubah bukan karena manusia berhenti membutuhkan orang lain, tetapi karena cara kita hadir untuk sesama mulai bergeser. Dulu, bertemu teman berarti duduk bersama dan berbicara tanpa terganggu notifikasi. Sekarang, banyak pertemuan hanya menjadi formalitas. Satu meja penuh orang, tetapi masing-masing sibuk dengan layar sendiri. Percakapan menjadi singkat, perhatian terbagi, dan hubungan terasa cepat namun dangkal. Fenomena ini melahirkan sesuatu yang jarang dibahas: “kelelahan sosial digital.” Seseorang terlihat aktif di media sosial, sering mengunggah cerita, bahkan punya banyak teman virtual, tetapi tetap merasa kosong. Mengapa? Karena manusia tidak hanya membutuhkan respons, melainkan juga kehadiran yang tulus...